Pengantar Manajemen

Ad.1. Perencanaan (Planning)

Secarasederhana perencanaan dapat dirumuskansebagai penentuanserangkaiantindakan untuk mencapaisesuatuhasil yang diinginkan.Tetapi biasanyasecaralebih detail perencanaan dirumuskansebagai penetapan atau penyusunanlangkah-langkah ebagai jawaban atas

pertanyaan-pertanyaan berikut: apa yangharus dicapai, bilamanahal tersebut harus dicapai,
dimanahal ituharus dicapai, bagaimanahal ituharus dicapai, siapa yang bertanggung jawab atas
pencapaiantujuan, dan mengapasesuatuhal harus dicapai.

Di dalam bahasa Inggris perencanaan (planning) dirumuskansebagaitindakan yangharus
dilakukan dalam menjawab 6 buah pertanyaan yanglazim dikenal sebagai 5 W + 1 H, yaitu:
a.Tindakan apa yang harus dikerjakan (WHAT)
b. Apakah sebabnyatindakan itu dikerjakan (WHY)

c. Dimanakah tindakan itu akan dilakukan (WHERE)

d. Bilamanatindakan itu dikerjakan (WHEN)

e. Siapa yang akan mengerjakantindakan itu (WHO)
f. Bagaimana pelaksanaannya (HOW)

Dariserentetan pertanyaantersebut di atas, dua masalah pokok adalah µWhat¶ yang
mempersoalkantujuan yanghendak dicapai dan µHow¶ yaitu bagaimana metode ataucara untuk
mencpaitujuantersebut. Setelah kedua pertanyaan initerjawab, maka barulah diteruskan dengan

tindakan-tindakan yang lain.

KONSEP DASAR MANAJEMEN

A. Pengertian :

Dilihat dari asal katanya, kata manajemen atau management dalam Bahasa Inggris berasal dari kata Italia, maneggiare yang kurang lebih berarti menangani atau to handle. Dalam bahasa latin ada kata yang punya pengertian hampir sama yakni manus yang artinya tangan atau menangani.
Sementara berbicara tentang definisi, layaknya istilah-istilah lain dalam kajian Ilmu Sosial, Manajemen juga memiliki sejumlah definisi yang diberikan para ahli. Disini hanya akan dikemukakan satu definisi yang diungkapkan oleh GR Terry sebagai berikut:

Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan: Perencanaan,Pengorganisasian, Penggiatan dan Pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.

Pengertian lain manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui serangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya.
3 faktor yang terlibat dalam proses penyelesaian:
1.Adanya penggunaan sumber daya organisasi (SDM, SDA, SDD, SDI)
2.Adanya proses yang bertahap (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian)
3.Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan

Peran Manajer Dalam Organisasi: Efektif dan Efisien
Manajemen diperlukan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien. Efektif menurut Peter F. Drucker adalah mengerjakan pekerjaan yang benar. Sedangkan Efisien adalah mengerjakan pekerjaan dengan benarAgar manajemen yang dilakukan mengarah kepada kegiatan bisnis secara efektif dan efisien, maka
manajemen perlu dijelaskan berdasarkan fungsi fungsinya/dikenal sebagai fungsi-fungsi manajemen (fungsi perencanaan, pengorganisasian pengimplementasian, serta pengendalian dan pengawasan).
Disamping pengertian dan definisi manajemen yang sudah diuraikan tadi, McFarland, 1979 juga
mengemukakan empat pengertian manajemen yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari:
1.proses-proses pengorganisasian; yakni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, penggiatan dan pengevaluasian.

2.Kata manajemen juga berarti karir atau jabatan
3.Kata manajemen juga dapat berarti kelompok orang yang bertanggungjawab dalam menjalankan sebuah organisasi.

4.Kata manajemen juga dapat merupakan sebuah ilmu atau seni untuk mengatur orang lain

Selanjutnya Harbison dan Myers menggolongkan manajemen itu menjadi tiga tipe, yaitu:
1.Patrimonial Management. Terdapat apabila suatu perusahaan dimiliki oleh sebuah keluarga dan kedudukan-kedudukan yang penting dalam hirarki perusahaan dikuasai oleh anggota-anggota keluarga tersebut.

2.Political Management. Suatu bentuk manajemen dimana kedudukan-kedudukan penting dan pokok dalam organisasi dipegang oleh mereka yang mempunyai hubungan-hubungan politik berdasarkan atas loyalitas pada suatu partai politik tertentu.

3.Profesional Management.  Kedudukan yang strategis dan penting diserahkan kepada mereka yang telah memberikan bukti akan kecakapannya, kapasitas, kesanggupan, keahlian atau dengan perkataan lain atas dasar jasa dan hasil yang mereka berikan kepada perusahaan.

B. Fungsi-fungsi Dasar Manajemen

Pada intinya fungsi-fungsi manajemen meliputi fungsi Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi. Namun dalam pelaksanaannya fungsi-fungsi dasar tersebut bisa dikembangkan secara fleksibel sesuai kebutuhan organisasi.

Berikut adalah fungsi-fungsi manajemen yang dikemukakan oleh Dessler, 1996:
1.Planning. Meliputi penentuan tujuan, tindakan, pengembangan aturan dan prosedur-prosedur,
pengembangan rencana dan melakukan prediksi.
2.Organizing. Meliputi pemberian tugas, bagian-bagian, pendelegasian wewenang, mengkoordinir pekerjaan
3.Staffing, meliputi rekruitmen karyawan, pelatihan dan pengembangan
4.Leading, mencakup pemberian perintah, menjaga motivasi dan semangat kerja karyawan
5.Controlling, menentukan standar, melakukan perbaikan bila diperlukan.

Fungsi-fungsi manajemen diperlukan agar keseluruhan sumber daya organisasi dapat dikelola dan dipergunakan secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

Kegiatan-kegiatan dalam fungsi Manajemen
1. Fungsi Perencanaan (Planning)
1.Menetapkan tujuan dan target bisnis
2.Merumusakan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
3.Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
4.Menetapkan standar atau indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis.
2. Fungsi Pengorganisasian (Organizing)
1.Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas dan menetapkan prosedur yang diperlukan
2.Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab
3. Kegiatan penempatan SDM pada posisi yang tepat.
3. Fungsi Pengimplementasian (Directing)
1.Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan dan pemberian motivasi kepada tenaga
kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
2.Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
3. Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan.
4. Fungsi Pengawasan (Controlling)
Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang
telah ditetapkan
Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan
Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan
target bisnis.

Fungsi Operasional dari Manajemen
Pada pelaksanaannya, fungsi-fungsi manajemen yang dijalankan menurut tahapan tertentu akan sangat
berbeda-beda jika didasarkan pada fungsi operasionalnya, belum lagi dilihat dari jenis organisasinya.
Berdasarkan operasionalnya, manajemen organisasi bisnis dapat dibedakan secara garis besar menjadi
fungsi-fungsi:
Manajemen SDM
Manajemen Produksi
Manajemen Pemasaran
Manajemen Keuangan

1. Manajemen Sumber Daya Manusia
Adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh SDM yang kita jalankan &
bagaimana SDM yang terbaik tersebut dapat terpelihara & tetap bekerja bersama kita dengan baik.
2.Manajemen produksi
Adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan
standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang se-efesien
mungkin.
3. Manajemen pemasaran
Adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi
apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh konsumen, & bagaimana cara pemenuhannya dapat
diwujudkan.
4. Mnajemen keuangan
Adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya memastikan bahwa kegiatan
bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis, yaitu diukur secarra profit.
5. Manajemen informasi
Adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa
bisnis yang berjalan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang.
PERAN MANAGER DALAM PROSES MANAGEMENT
Setiap perusahaan memiliki manajemen yang memegang berbagai peranan penting yang menentukan
keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk diwujudkan bersama. Ada banyak
peran yang harus dimainkan / diperankan para manajer secara seimbang sehingga diperlukan orang-
orang yang tepat untuk menjalankan peran-peran tersebut.
Manajemen yang baik haruslah berperan sesuai dengan situasi dan kondisi pada perusahaan atau
organisasi. Menajemen yang tidak bisa menjalankan peran sesuai tuntutan perusahaan dapat membawa
kegagalan.
Berikut ini adalah Peranan Manajemen yang harus diperankan para Manajer :
1. Peran Interpersonal
Yaitu hubungan antara manajer dengan orang yang ada di sekelilingnya, meliputi ;
– Figurehead / Pemimpin Simbol : Sebagai simbol dalam acara-acara perusahaan.
– Leader / Pemimpin : Menjadi pemimpin yag memberi motivasi para karyawan / bawahan serta
mengatasi permasalahan yang muncul.
– Liaison / Penghubung : Menjadi penghubung dengan pihak internal maupun eksternal.

Peran Informasi
Adalah peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam maupun luar
organisasi, meliputi ;
– Monitor / Pemantau : Mengawasi, memantau, mengikuti, mengumpulkan dan merekam kejadian atau
peristiwa yang terjadi baik didapat secara langsung maupun tidak langsung.
– Disseminator / Penyebar : Menyebar informasi yang didapat kepada para orang-orang dalam
organisasi.
– Spokeperson / Juru Bicara : Mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar.
3. Peran Pengambil Keputusan
Adalah peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang dihasilkan bersama
pihak lain, meliputi ;
– Entrepreneur / Kewirausahaan : Membuat ide dan kreasi yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja unit kerja.
– Disturbance Handler / Penyelesai Permasalahan : Mencari jalan keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang timbul.
– Resource Allicator / Pengalokasi Sumber Daya : Menentukan siapa yang menerima sumber daya serta besar sumber dayanya.
– Negotiator / Negosiator : Melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk kepentingan unit
kerja atau perusahaan.
TIPE-TIPE MANAJER
Tingkatan Manajer:
Manajer Puncak
Manajer yang bertanggung jawab pada dewan direksi dan pemegang saham atas keseluruhan kinerja
dan aktivitas perusahaan.
Manajer Menengah
Manajer yang bertanggung jawab pada pengimplementasian strategi kebijakan dan keputusan yang dibuat oleh manajer puncak.
Manajer Lini Pertama
Manajer yang bertanggung jawab langsung atas pekerjaan karyawan (supervisi)
Bidang-Bidang Manajemen
Kesemua tingkatan manajemen di atas bekerja pada berbagai bidang dalam suatu perusahaan, meliputi:
Sumber daya Manusia, Informasi dan Keuangan, Operasional, Pemasaran.
1. Manajer Sumber Daya Manusia bertugas: Rekruitmen, Pelatihan, Evaluasi kinerja, dan Penentukan
besarnya kompensasi bagi karyawan.
2. Manajer Informasi bertugas dan bertanggung jawab terkait: Perancangan dan Penerapan Sistem untuk menggabungkan, mengorganisasikan, dan mendistribusikan informasi.
3. Manajer Keuangan : Merencanakan dan mengawasi fungsi akuntansi dan sumber-sumber keuangan.
4. Manajer Operasi terkait dengan tugas-tugas dan tanggung jawab pada sistem yang digunakan oleh perusahaan dalam produksi, persediaan, dan pengawasan kualitas dari barang dan jasa yang dihasilkan.
5. Manajer Pemasaran bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan yang mencakup pengembangan, penetapan harga, promosi dan distribusi barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.
DASAR KETRAMPILAN MANAJER

Seorang manajer harus memiliki dan mampu mengembangkan ketrampilan Teknis, Hubungan Manusia, Konseptual dan Pengambilan Keputusan serta Pengelolaan Waktu.
1. Ketrampilan Teknis
Ketrampilan yang diperlukan untuk melakukan tugas khusus.
2. Ketrampilan Hubungan Manusia
Ketrampilan untuk memahami dan bekerjasama dengan orang lain
3. Ketrampilan Konseptual
Ketrampilan terkait dengan kemampuan untuk berpikir pada hal-hal yang abstrak, mendiagnosis dan menganalisis situasi yang berbeda dan memandang jauh kedepan.
4. Ketrampilan Pengambilan Keputusan
Kemampuan dalam identifikasi masalah, dan menentukan langkah terbaik untuk menyelesaikan
masalah.
5. Ketrampilan Pengelolaan Waktu
Ketrampilan yang berkaitan dengan pemanfaatan waktu secara produktif.
KEAHLIAN MANAJEMEN UNTUK ABAD KE DUA PULUH SATU
Pada abad 21 manajer dituntut untuk memiliki wawasan terhadap pasar asing dan kemampuan
memahami dan memanfaatkan teknologi informasi sehingga mampu bersaing dalam lingkungan global.
MANAJEMEN DAN BUDAYA PERUSAHAAN
Budaya perusahaan meliputi pengalaman, kisah, kepercayaan dan norma-norma bersama yang
memberikan ciri suatu organisasi yang akan membantu dalam menciptakan iklim kerja dan bisnis yang terjadi dalam suatu organisasi.
MENGKOMUNIKASIKAN BUDAYA DAN MENGELOLA PERUBAHAN
Budaya perusahaan mempengaruhi budaya dan perilaku manajemen, untuk itu manajer harus memiliki pemahaman yang jelas tentang budaya, menyalurkan budaya itu pada orang lain dalam organisasi dan apat mempertahankan budaya tersebut. Jika harus mengubah budaya dapat ditempuh dengan tiga tahap:
1. Manajemen Puncak mengidentifikasi perubahan lingkungan sebagai tanggapan terbaik  terhadap masalah yang dihadapi.
2. Merumuskan visi perusahaan baru.
Menetapkan sistem baru untuk menghargai dan memberikan kompensasi kepada karyawan yang
mengukuhkan nilai baru perusahaan.

TU J U A N

1. Mengetahui konsep dasar manajemen dan mengapa manajemen diperlukan dalam sebuah organisasi bisnis.

2. Mengetahui konsep manajemen secara fungsional yang mencakup kegiatan perencanaan,  pengorganisasian, pengimplementasian, serta pengendalian dan pengawasan.

3. Mengetahui konsep manajemen secara operasional dalam organisasi

bisnis yang mencakup manajemen sumber daya manusia, manajemen  produksi atau operasi,manajemen pemasaran, dan manajemen keuangan.

Pengertian Organisasi
* Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dalam struktur dan kordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu.(Griffin,2002).

* Sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan berupaya untuk  mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerjasama.
(Ernie&Kurniawan,2005).

Jenis-jenis Organisasi
* Organisasi Profit
* Perusahaan Besar
* Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan
Ritel, dll
* Perusahaan Kecil
* Koperasi
* Perusahaan Multinasional
* Dll

* Organisasi Non Profit/Nirlaba
* Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota
* Lembaga Pendidikan Negeri
* Yayasan Sosial,
* Dll

Pengertian Manajemen

* Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997)

* Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997)
* Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005)

Faktor-faktor dalam Pencapaian Tujuan

* Adanya penggunaan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia,

maupun faktor-faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta informasi (Griffin,2002)

* Adanya proses yang bertahap dari mulai perencanaan,pengorganisasian, pengarahan dan pengimplementasian, hingga pengendali an dan pengawasan.

* Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.

Sumber Daya Organisasi
* Sumber Daya Manusia,
* Sumber Daya Informasi,
* Sumber Daya Fisik,
* Sumber Daya Keuangan,
* Sumber Daya Alam,
* Dll.

Pengertian Efektif dan Efisien (Drucker)
Efektif :
* mengerjakan pekerjaan yang benar atau tepat
Efisien :
* mengerjakan pekerjaan dengan benar atau tepat

Fungsi-fungsi Manajemen
* Perencanaan (Planning),
* Pengorganisasian (Organizing),
* Pengarahan dan pengimplementasi an (Directing/Leading),
* Pengawasan dan Pengendalian (Con trolling).

Fungsi Perencanaan
* Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk meng antisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan
* Menetapkan tujuan dan target bisnis
* Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut.
* Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan.
* Menetapkan standar / indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan
dan target bisnis.
Fungsi Pengorganisasian

* proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasiyang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuanorganisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian
* Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan.

* Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis  kewenangan dan tanggungjawab.

* Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber  daya manusia/tenaga kerja.

* Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat.

Fungsi Pengarahan dan Implementasi
* Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

Kegiatan dalam
Fungsi Pengarahan dan Implementasi
* Mengimplementasikan proses ke pemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan.

* Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan.

* Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan

Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
* Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

Kegiatan dalam
Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
* Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis
sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.

* Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang

mungkin ditemukan.

* Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis Kegiatan dalam Fungsi-fungsi Manajemen

Sumber Daya Organisasi, Tujuan, dan Fungsi-fungsi Manajemen
Perbedaan pandangan dalam Fungsi-fungsi Manajemen
Fungsi Operasional dalam Manajemen
* Manajemen Sumber Daya Manusia,
* Manajemen Pemasaran,
* Manajemen Operasi/Produksi,
* Manajemen Keuangan,
* Manajemen Informasi.

Manajemen Sumber Daya Manusia
* Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita
dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.

Manajemen Pemasaran
* Manajemen Pemasaran adalah kegiat an manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguh nya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.

Manajemen Produksi
* Manajemen Produksi adalah penerap an manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pemilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam suatu proses produksi.

Manajemen Keuangan
* Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit.

Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.

Manajemen Informasi
* Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat .

 

 

 

 

 

Manajemen berdasarkan filsafat itu dapat debedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Patrimonial management
  2. Political management
  3. Profesional management

 

1. Patrimonial management

Patrimonial management ini menunjukkan proses pemillihan pimpinan perusahaan berdasarkan hubungan kekerabatan, dalam artian posisi penting dalam organisasi atau perusahaan ini diberikan oleh pimpinan kepada seseorang berdasarkan hubungan kekeluargaan atas sistem famili (keluarga).

2. Political management

Political management ini menunjukkan adanya posisi pada ketua atau pimpinan dalam pemerintah itu dipegang oleh pejabat pemerintah. Mereka ada yang menjabat sebagai menteri, gubernur, atau pejabat TNI dan lainnya. Jadi Political management ini artinya, organisasi-organisasi tersebut menjalankan management yang memilih seorang pimpinan berdasarkan hubungan politik.

3.  Profesional management

Jenis manajemen ini tidak lagi mempertimbangkan unsur hubungan keluarga dan politik. Tetapi, posisi manajer ini benar-benar diberikan kepada orang-orang yang mempunyai kemampuan dan kejujuran. Orang-orang seperti inilah yang dipercaya dan dipilih untuk memimpin perusahaan atau organisasi karena mereka mengakui kemampuannya dalam memimpin. Jadi Profesional management itu artinya, posisi penting diberikan oleh pimpinan kepada seseorang berdasarkan keahlian, kecakapan, dan kejujuran.

 

 

BAB 3
SITEM, PENDEKATAN, DAN FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN

ž  SITEM, PENDEKATAN, DAN FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN

ž  B.PENDEKATAN-PENDEKATAN MANAJEMEN

ž  C. FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN

 

A.SISTEMSISTEM MANAJEMEN

1.Manajemen Bapak

q  Dalam system manajemen bapak ini diartikan bahwa setiap usaha atau aktivitas organisasi para pengikut selalu mengikuti jejak bapak.apa yang diperintahkan bapak itulah yang benar.dalam hal ini tidak ada alternative lain kecuali mengikuti bapak.manajer telah mendapat kharisma dari bawahannya, sehingga para pengikut menganggap pemimpinnya itulah yang paling benar.

Kebaikan dan kelemahan manajemen bapak ini adalah sebagai berikut :

Kebaikannya :

  1. Adalah jika bapak atau pemimpintetap padaproporsi yang benar, pekerjaan dapat dengan cepat dikerjakan, sehingga tujuan tercapai dengan baik.

Kelemahannya :

  1. jika bapak atau pemimpin tidak benar, perusahaan akan hancur karena bahannya akan turut menyeleweng.
  2. Kemajuan organisasi terbatas, sebab hanya tergantung pada kecakapan bapak, bawahan hanya merupakan robot saja.
  3. Kalau terjadi pergantian pemimpin maka pemimpin baru akan malakukan tugas-tugas kepemimpinjan sebab para bawahan telah mengkultuskan pemimipin pertamanya.
  4. Para bawahan menjadi Orang-orang yes man saja, sehingga daya fikir dan daya kreatifitasnya tidak ada.

Di Indonesia tampak ada kecenderungan manajemen bapak ini artinya asal bapak senang (ABS).Hal ini perlu kita perbaiki.Asal bapak senang pada dasarnya diciptakan oleh atasan/pemimimpin

Di Indonesia tampak ada kecenderungan manajemen bapak ini artinya Asal Bapak Senang (ABS).Hal ini perlu kita perbaiki.ASal bapak senang pada dasarnya diciptakan oleh atasan karena dia hanya mau menerima laporan laporan yang baik-baik saja tanpa mengecek kebenarannya.

 

2.Manajemen Tertutup

Dalam manajemen tertutup, manajer tidak memberitahukan atau menginformasikan keadaan perusahaan pada kepada para bawahannya dalam batas-batas tertentu saja.

Keputusan-keputusan diambilnya tanpa melibatkan partisipasi bawahannya dalam proses pengambilan keputusan tersebut.

Kebaikannya :

  1. Kerahasiaan dan keadaan perusahaan sangat terjamin.
  2. Pengambilan keputusan cepat, karena tidak melibatkan partisipasi bawahan dalam pengambilan keputusan.

Keburukannya :

  1. Para bawahan tidak mengetahui keadaan perusahaan, apakah untung atau rugi.
  2. Problem dan pemecahan masalah yang dihadapi perusahaan hanya dihadapi manajer.
  3. Tidak mempersiapkan kader-kader penggantinya dimasa depan.
  4. Menimbulkan sikap apatis para bawahan terhadap maslah yang dihadapi perusahaan atau organisasi.

Manajemen tertutup ini biasanya diterapkan oleh seorang manajer otoriter, karena dia yang paling pintar, berkuasa, dan lain sebagainya.Falsafah kepemimpinannya adalah “bawahan untuk manajer (Atasan)”.

3.Manajemen terbuka

Manajemen terbuka ini diterapkan dengan cara sebagai berikut.

  1. Manajer banyak menginformasikan keadaan (Rahasia) perusahaan kepada para bawahannya, sehingga bawahan dalam batas-batas tertentu mengetahui keadaan perusahaan.Dan semakin tinggi kedudukan bawahan maka semakin banyak ia mengetahui rahasia perusahaan, tetapi Top Manajer (rahasia jabatan) selalu dipegang teguh oleh manajer.
  2. Seorang manajer sebelum mengambil keputusan, terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada para bawahannya untuk mengemukakan saran-saran dan pendapat-pendapatnya.Tegasnya, manajer mengajak para bawahan untuk ikut berpartisipasi dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.Keputusan terkhir tetap berada ditangan manajer.

Manajemen terbuka ini mempunyai kebaikan dan keburukan sebagai berikut.

Kebaikannya :

  •   Para bawahan ikut serta memikirkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi perusahaan dan ikut pula memikirkan cara-cara memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dan mengembangkan usaha-usaha organisasi.
  •   Para bawahan mengetahui arah yang diambil organisasi, sehingga jika telah menjadikeputusan mereka tidak ragu-ragu lagi untuk melaksanakannya.
  •   Para bawahan akan lebih bergairah dan berpartisipasi tinggi pada tugas-tugasnya.
  •   Para bawahan lebih terbina dan terlatih, sehingga pengkaderan lebih berkembang dan                                    kesinambungan (regenerasi) terjamin.
  •   Akan menimbulkan suatu kompetisi yang sehat sambil mereka nerlomba-lomba mengembangkan kecakapan dan kemampuannya.
  •   Akan menimbulkan kerjasama yang semakin baik dan hubungan-hubungan yang semakin harmonis.
  •   Akan menimbulkan perasaan senasib dan sepenanggungan serta solidaritas yang smakin baik.

Keburukannya :

  •   Pengambilan keputusan lama,bertele tele, dan biaya semakin banyak.lsebab diadakan pertemuan pertemuan.
  •   Rahasia keadaan perusahaan kurang terjamin, karena adanya kemungkinan para pejabat yang mengikuti pertemuan membocorkannya.
  •   Kecakapan dan kepemimpinan manajer akan diketahuipara bawahan sehingga wibawanya berkurang.

Perlu diperhatikan, bawahan yang diikutsertakan dalam pertemuan-pertemuan harus didasarkan atas kedudukan pejabat dan tingkat kerahasiaan masalah-masalah yang akan diputuskan.Manajemen terbika ini biasanya diterapkan oleh manajer partisipatif karena “Falsafah kepemimpinanya adalah manajer itu untuk bawahan”.

 

4. Manajemen Demokrasi

Pelaksanaan manajemen demokrasi hamper sama dengan manajemen terbuka khususnya dalam proses pengambilan keputusan, simana para anggotanya diajak dan diikutsertakan berpartisipasi memberikan saran, pemikiran, dan cara-cara pemecahan terhasap masalah-masalah yang dihadapi.

Perbedaan manajemen demokrasi dengan manajemen terbuka, terletak pada :

  1. Manajemen demokrasi hanya dapat dilakukan dalam organisasi, jika setiap anggotanya mempunyai hak suara yang sama, seperti MPR, DPR, koperasi dll. Aedangkanmanajemen terbuka dapat dilaksanakan dalam organisasi.
  2. Dalam manajemen demokrasi setiap anggota “ikut menetapkan keputusan”berdasarkan suara terbanyak (keputusan bersama), sedangkan dalam manajemen terbuka “keputusan hanya ditetapkanoleh manajer saja, jadi bawahan tidak ikut menetapkan keputusan.

Kebaikan dan keburukan manajemen demokrasi antara lain sebagai berikut.

Kebaikanya :

  1. Keputusan yang diambil relatif lebih baik, karena dipikirkan dan diputuskan secara bersama.
  2. Kecenderungan untuk bertindak otoriter dapat dihindarkan.
  3. Keputusan yang diambil dipertanggung jawabkan oleh para anggota.
  4. Ruang lingkup dan arah keputusan diketahui oleh masyarakat.

Keburukannya :

  1. Baiaya, waktu untuk mengambil keputusan cukup lama, bahkan bertele-tele, sebab pemikiran-pemikiran para anggota tidak sama dan sering beradu argumentasi.
  2. Adanya tirani minoritas dari para anggota,

misalnya :

  1. Minoritas yang kalah suara dengan terpaksa menyetujui keputusan yang ditetapkan.
  2. Sekelompok minoritas  karena kelihaian dan kecakapannya berargumentasi maka ia dapat mempengruhipara anggota hanya memikirkan pendapatnya, ide-idenya untuk disetujui menjadi suatu keputusan.
  3. Kelicikan pimpinan sidang mengarahkan rapat dalam mengolkan keputusan, misalnya dengan menyakan “siapa yang setuju acungkan tangan” biasanya orang akan ragu-ragu mengacungkan tangannya  sebelum melirik kekiri atau  kekanan.

System manajemen demokrasi ini dikenal atas “manajemen demokrasi barat dan demokrasi pancasila” yang perbedaannya hanya bersifat gradual saja, yaitu:

Dalam aamanajemen demokrasi barat (MDB), keputusan yang diambil selalu berdasarkan atas jumlah suara terbanyak saja.jika jumlah suara seimbang, maka masalah itu tidak jadi diputuskan ,manajemen demokrasi pancasila (MDP), keputusan diambil berdasarkan atas musyawarah dan mufakat untuk memperoleh kebulatan pendapat/suara.jika kebulatan pendapat tidakditemukan, maka brulah pengambilan keputusan dilakukan melalui voting dan keputusan diambil berdasarkan jumlah terbanyak.jadi, dalam MDP pengambilan keputusan lebih menekankan atas musyawarah dan mufakat.jika terpaksa, voting baru dilakukan.

Menurut hemat penulis, MDP lebih baik dan lebih manusiawi daripada MDB,  karena:

  1. Dalam MDP, mayoritas selalu menghargai pendapat minoritas dengan cara musyawarah dan mufakat;sedang MDB mayoritas tidak memperhatikan pendapat minotitas.
  2. MDP, selalu menghindari tirani minoritas dengan cara nusyawarah adan mufakat untuk memperoleh kebilatan pendapat dalam menetapkan keputusan; Sedang MDB tidak memperhatikan tirani minoritas sebab keputusan selalu ditetapkan berdasarkan voting suara terbanyak.
  3. Dalam MDP, mayoritas bukan bertindak sebagai superpower terhadap minoritas, melainkan memperlakukan minoritas sebagai partner kerja sama.sedang MDB mayoritas merupakan superpower terhadap minoritas karena minoritas dianggap oposisi saja.

Dari keempat manajemen diatas tidak ada satupun yang mempunyai keunggulan mutlak sebab sama-sama mempunyai kebaikan dan keburukannya.

Harbison Myers dalam bukunya Management in Industrial World mangemukakan tipe-tipe manajemen sebagai berikut.

  1. Patrimonial management, perusahaan dimiliki dan dipimpin serta kedudukan-kedudukan yang penting dipegang oleh anggota-anggota keluarga sendiri.Tujuan perusahaan adalah untuk kepentingan dan aspirasi keluarga.tipe manajemen seperti ini banyak terdapat di Indonesia.
  2. Political management, kedudukan-kedudukan yang amat penting didalam perusahaan diduduki oleh orang-orang yang mempunyai hubungan politik dan didasarkan kepada kesetiaan mereka terhadap partai politik atau golongan tertentu.
  3. Professional management, kedudukan penting didalam perusahaan diserahkan kepada para ahli, mereka yang bena-benar telah membuktikan kecakapannya.jadi, tidak didasarkan pada golongan atau hubungan tertentu, tetapi semata-mata didasarkan pada kemampuan dan prestasi

 

B.PENDEKATAN-PENDEKATAN MANAJEMEN

  1. Pendekatan berdasarkan kebiasaan

Menurut pendekatan ini manajemen dipelajari dari sudut  “sejarahnya, asal usulnya berdasarkan pengalaman-pengalaman nyata dimasa lalu”.

2.    Pendekatan berdasarkan kelakuan

Pada pendekatan ini manajemen dipelajari berdasarkan “hubungan antar manusia” yakni hubungan tingkah laku manajer dengan bawahan dan tingkah laku hubungan bawahan dengan bawahan sebagai manusia. Jelasnya pendekatan ini dipelajari dari sudut “tingkah laku hubungan antar karyawan perusahan.

3.   Pendekatan berdasarkan kelakuan

Dalampendekatan ini manajemen dipelajairi dati “psikologi sosial suatu studi pola budaya mengenai susunan tingkah laku kelompok manusia” yang diartikan sebagai       system, pola hubungan antar manusia diantar kelompok.

4 .  Pendekatan sistem kerjasama sosial

Menurut pendekatan ini manajemen dipelajari dari teori sistem atau merupakan bagian dari teori sistem. Pendekatan sistem kerjasama sosial sangat berperan dalam suatu sistem sosial. Manajer memimpin suatu perusahaan berdasarkan kerjasama manusia. Kerjasama ini timbul adalah sebagai akibat adanya keterbatasan fisik, biologi, psikologi, dan sosiologi.

5.   Pendekatan sistem sosio teknik

Pendekatan ini merupakan salah satu aspek dari tori sistem. Menurut Koontz pendekatan ini merupakan aliran baru dalam manajemen yang dikemukakan oleh E.L Trist, sebagai hasil penelitiannya pada pertambangan batu bara di Inggris tahun 1951.

6.   Pendekatan teori keputusan

Pendekatan manajemen berdasarkan teori keputusan merupakan pemilihan secara rasiional yang dititikberatkan pada keputudan rasional, logis, ilmiah.

7.   Pendekatan pusat komunikasi

Pendekatan ini merupakan bagian dari teori sistem informasidan erat sekali hubungannya dengan pendekatan teori keputusan yang berpendapat manajer wsebagai pusat komunikasi.

8.   Pendekatan matematis

Pendekatan ini melihat manajemen sebagai suatu “sistemproses  dalam model matematik”. Pendekatan matematis ini dikenal sebagai Operation Research yang mendasarkan pembahasan pada pendekatan matematisdan telah menamakan dirinya sebagai Management Scientist.

C. FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN

Manajemen oleh para penulis dibagi atas beberapa fungsi. Pembagian fungsi-fungsi manajemen ini tujuannya adalah:

  1. Supaya sistematika urutan pembahasannya lebih teratur;
  2. Agar analisis pembahasannya lebih mudah dan lebih mendalam;
  3. Untuk menjadi pedoman pelaksanaan proses manajemen bagi manajer.

Fungsi-fungsi manajemen yang dikemukakan para penulis tidak sama. Hal ini disebabkan latar belakang penulis, pendekatan yang dilakukan tidak sama. Untuk bahan perbandingan fungsi-fungsi manajemen yang dikemukakkan para ahli.

Kenapa fungsi-fungsi manajemen yang dikemukakan penulis tidak sama ?

Robert Tanembaun mengemukakan pendapatnya sebagai berikut.

  1. Kompleksnya perusahaan karena jumlahnya sangat banyak, maupun karena perkembangan lapangan usaha dan perusahaan yang berbeda-beda.

 

 

FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN

Menurut:

G.R TERRY JOHN F. MEE LOUIS A. ALLEN MC NAMARA
  1. Planning
  2. Organizing
  3. Actuating
  4. Controlling
Planning

Organizing

Motivating

Controlling

Leading

Planning

Organizing Controlling

Planning

Programing

Budgeting

System

HENRY FAYOL HAROLD KOONTZ &CYRIL O’DONNEL DR. S. P. SIAGAN PROF.DRS. OEY

LIANG LEE

  1. Planning
  2. Organizing
  3. Commanding
  4. Coordinating
  5. Controlling
Planning

Organizing

Staffing

Directing

Controlling

Planning

Organizing

Motivating

Controlling

Evaluating

Perencanaan

Pengorganisasian

Pengarahan

Pengkoordinasian

Pengontrolan

W.H. NEWMAN LUTHER GULLICK LYNDALL F. UWRICK JOHN D.MILLET
  1. Planning
  2. Organizing
  3. Assembling Resources
  4. Sirecting
  5. Controlling
Planning

Organizing

Staffing

Directing Coordinating

Reporting

Budgeting

Forecasting

Planning

Organizing

Commanding

Coordinating

Controlling

Directing

Facilitating

 

2.         Tidak adanya persamaan terminologi diantara ratusan pengarang yang menyagkut konsep konsepyang sama.

3.         Pemakaian kata-kata tanpa memperhatikan dengan serius artidan nilainya.

4.    Oleh masing-masing pengarang kurang diuraikan fungsi-fungsi manajemen lainnya.

5.    Kadang-kadang siselipkan soalteknik, kemahiran diantara fungsi-Fungsi manajer.

6.    Mencampur adukan fungsi dan proses.

7.    Deskripsi fungsi-fungsisangat subjektif.

8.    Mencampur adukan fungsi dan kegiatan pekerjaan.

TUGAS-TUGAS MANAJER TERHADAP FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN

  1. Top manager (TM), tugas-tugasnya lebih banyak pada fungsi Planning dan organizing daripada kepada fungsi directing dan controlling, Karena sifat pekerjaannya adalah kerja “Fikir” yaitu merencanakan, mengambil keputusan,dan mengorganisir. Jadi, walaupun TM kelihatan santai sebetulnya dia selalu memikirkan keputusan, kebijakan apa yang ditempuh untuk mencapa tujuan.
  2. Middle manager (MM) tugasnya terhadap planning dan organizing seimbang dengan directing dan controlling, karena kerja pikirnya sama dengan kerja fisiknya. Kkarena itu MM harus mampu menjabarkankeputusan TM, tetapi juga harus bias mengerjakan serta menjelaskan kepasa LM. MM merupakan manajer dua alam artinya harus bisa untuk planning dan organizing serta dapat pula untuk directing dan controlling.
  3. Lower Manager (LM), tugasnya lebih banyak pada fungsi “directing/actuating, dan controlling daripada ke fungsi planning dan organizing” (DC > PO). Hal ini disebabkan LM merupakan manajer operasional yang langsung memimpin para pekerja operasional. Keterampilan LM lebih diutamakan kemampuan teknis (spesialisasinya), daripada kecekapan manajerialnya.

Kesimpulan

Bahwa Top Manager (PO > DC), Missle Manager (PO = DC), sedang Lower Manager (DC >PO)-nya.

Perencanaan (Planning) . Perencanaan adalah proses penentuan tujuan dan pedoman pelaksanaan, dengan memilih yang terbaik dari alternatife-alternatif  yang ada.

Jadi, masalah perencanaan adalah masalah “memilih” yang terbaikdari beberapa alternative yang ada.

Pengorganisasian.        Pengorganisasian adalah suatu proses penentuan, pengelompokan, pengaturanbermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan menempatkan orang-orang pada setiap aktivitas ini, menyediakan alat-alat yang diperlukan, menetapkan wewenang yang secara relative didelegasikan kepada setiap individu yang akan melakukan aktivitas-aktivitas tersebut.

Pengarahan

Pengarahan adalah mengarahkan semua bawahan, agar mau bekerja dan bekerja efektif untuk mencapaitujuan.

Pengendalian

Earl P. Strong

            Pengendalian adalah proses pengaturan berbagai factor dalam suatu perusahaan, agar sesuai dengan ketetapan-ketetapan dalam rencana.

Harold Koontz

Pengendalian adalah pengukuran dan perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan, agar rencana-rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan dapat terselenggara.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: